Sabtu, 11 Agustus 2012


4 Kesalahan Dalam Wawancara Kerja


1. Panik dan memberikan jawaban terbata-bata

Inilah alasan Anda harus melakukan persiapan yang matang sebelum wawancara kerja. Jika perlu lakukan simulasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan keluar dalam wawancara, sehingga Anda tak grogi. Satu hal lagi kiat untuk menghindari kepanikan dan jawaban terbata-bata adalah kejujuran. Jika yang Anda ungkapkan adalah sebuah kejujuran, pasti akan mudah mengutarakannya. Jangan sampai Anda dianggap tidak menguasai topik karena kegugupan Anda.

2. Hindari topik sensitif

Sering kali pihak pewawancara melakukan obrolan santai untuk membuat suasana tak terlalu kaku. Untuk hal ini, lebih baik hindari topik-topik yang sensitif seperti politik, dan SARA. Bisa jadi pihak yang Anda sudutkan dalam topik obrolan tersebut memiliki hubungan dekat dengan si pewawancara — sehingga berpengaruh terhadap penilaiannya. Lebih baik pilih topik yang ringan juga netral.

3. Hindari bergosip


Hobi bergosip bisa menjadi alasan Anda ditolak dari pekerjaan impian. Jadi jangan pernah mengajak orang yang mewawancara Anda untuk bergosip.

4. Sok tahu

Jika di saat wawancara saja Anda sudah dinilai sok tahu dan tidak mau mendengarkan orang lain, jangan berharap Anda bisa diterima kerja. Perusahaan umumnya menginginkan orang-orang yang bisa bekerja dalam sebuah tim. Bukan orang sok pintar yang individualis. Jadi jangan pernah bersikap sok tahu.

Semoga sukses!

Delapan Tanda Teman Anda Cemburu



Teman yang cemburu bisa lebih berbahaya daripada musuh Anda. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengindentifikasi seorang teman cemburu atau tidak, karena dia bisa saja merugikan Anda. 

Berikut ini ada 8 tanda untuk mengetahui teman Anda cemburu atau tidak, yang dikutip dari laman Magforwoman, 

Tidak peduli

Sementara beberapa teman gembira dengan kesuksesan Anda, teman yang cemburu tampaknya tidak peduli dengan hal itu. Mereka hanya melanjutkan kehidupan mereka seolah-olah tidak ada yang terjadi. 

Menghilang

Teman yang cemburu biasanya akan menghilang ketika Anda ingin berbagai berita kesuksesan Anda. Mereka tidak akan pernah menghadiri pesta-pesta Anda dan tidak pernah hadir memberikan pujian atau memberi pengakuan apapun. Mereka benar-benar membenci Anda. 

Lebih antusias

Sama seperti acuh tak acuh, maka antusiasme juga merupakan tanda bahaya. Teman yang iri dengan kesuksesan Anda, berusaha keras menyembunyikan rasa frustrasi dan berusaha keras untuk menjatuhkan Anda. Jadi, sukacita mereka pada kesuksesan Anda hanyalah palsu. 

Menghakimi

Teman yang cemburu selalu menghakimi Anda. Mereka selalu akan menasihati Anda pada apa yang harus dan tidak harus Anda lakukan. Bahkan, setiap perilaku Anda dianggap tidak pantas bagi mereka. 

Berada di sana hanya pada saat yang baik

Tidak seperti teman sejati yang selalu ada disaat Anda menghadapi masalah sebesar apapun. Maka teman yang cemburu dan iri akan menghilang ketika Anda tertimpa masalah. Dia hanya akan ada ketika Anda sedang senang saja. 

Penyebaran negatif

Teman yang cemburu dan iri selalu menghakimi Anda. Biasanya mereka akan selalu memberikan argumen negatif atas keberhasilan Anda. 

Terus menyalahkan

Teman yang cemburu menyadari kalau kegagalan adalah salah mereka, tapi mereka justru menunjukkan jari ke arah Anda jika ada yang tidak beres. Alih-alih memberi dukungan bagi Anda pada saat kemalangan, teman-teman seperti ini bertindak lebih buruk dari musuh Anda dan membuat hidup Anda lebih menyedihkan. 

Manipulasi

Teman yang cemburu sering manipulasi. Di depan Anda, mereka bertindak seolah-olah menjadi teman terbaik bagi Anda. Tapi begitu dia berada diantara teman-teman lainnya tanpa Anda, maka nama Anda dijelek-jelekkan. 

Apakah Anda memiliki teman seperti ini? 

♥ DOA SEORANG KEKASIH ♥


Sayang aku sangat mencintai kamu ♥ Aku tak mau kehilangan dirimu ♥ Ku selalu ingin bersamamu ♥ Buatlah ku bahagia saat bersamamu ♥ Buatlah ku bangga karna ku telah memilikimu ♥ Jangan pernah kau khianati aku ♥ Karna kau juga akan merasakan ♥ Betapa pedih rasanya dikhianati ♥ Ku harap Tuhan akan menyatukan kita ♥ Saat kita hidup dan saat kita mati ♥ Agar cinta kita akan tetap abadi untuk selamanya ♥ Aku rela berkorban untukmu apabila kau setia kepadaku ♥ Kuharap kau mampu menjadi pendamping untukku dan mampu menjadi pendamping terbaikku ♥ mampu menuntunku ketempat terindah ♥ Yang telah disediakan oleh Tuhan ♥~●


AHAHAHA

kemarin itu acra sanlat terakhir buat kelas 12 , yaiyalah secara tahun depan udah lulus. amiin..
tapi yang sehharusnya sanlat itu dimulai jam 07.30 tapi anak anak 12 Mm alias kelas gue itu baru pada dateng jam setengah 5 looh . hohoho 
so? gag diizinin masuk dong, sama satpam apalagi sama guru. bahkan gara gara itu hampir aja kena sanksi berat sama guru yg berwewenagn sebut aja saat itu harus berurusan sma pak Saf sama Pak Abd.
tapi ya saat itu gatau kenapa mereka gag negor kami ataupun samperin . apa karena puasa ? dan mungkin luapan marah mereka akan terlontar saat masuk sekolah lg pas abis liburan nanti? hadddeeeh semoga ajaaa gag keluarin sanksi macem macem deeh tuh guru. taakut><

Memang sih kita masih dikasih makanan sama osis  yang sebelumnya kita udh bayar menjelang hari sanlat dan kerena berhubung saat itu, adzan udh berkumandang jadinya kita semua bukber di depan sekolah hehhe

terasaaa banged kebersamaannya yg seharusnya bukber di lapangan sekolah bareng guru guru dan anak anak kelas lain, eeh ini malah bukber sekelas di depan sekolaah, maaantaap :D oh ya jadi  dr 32 anak siswa yang bener bener taat masuk sanlat pagi itu cuma ada 6 org looh. hehe paraaah yak sisanya yg dateng sore itu dan ada beberapa anak yg memang gag dateng .

dan kita itu malah berpikir , dengan seperti ini , kejadian ini bisa terkenang nanti setelah lulus nanti  bahwasannya kita itu malah bikin acara sendri , bukannya ikut acara sanlat sama bukber ini malah ikut bukber nya doang . *maunya enaknya doang  hooho


setelah bukber ... karena masuk setelah liburan nanti itu tgl . 27 sedangkan lebaran nanti tgl 20. anak anak inisiatif utk saling minta maaf . soo pada saling aaf memaafkaan deeh hooho seneng bgd rasanya malem itu .. kebersamaannya dapet bgd hehhe

Tapii disaat momen itu , tetep aja gue sama mdhn gag bisa saling memaafkan .. apaa sama sama gengsi? apa rasa bencinya ke gue sebenrnya masih ada di dihati dia? 
kita itu sama sama enggaan minta maaff .. aaaargh

disaaat dia lg minta maaf sama yg lainnya . gue justru menghindar seakan akan gamau liat dia yg lagi saling memaafkan sama temen temen yg lain. dan seakan akan gue gag mau gue malu kalo si mdhn emang engga akan pernah mau minta maaf sama gue. sedangkan dia mau minta maaf sama yg lainn di depan mata gue malah. dan seakaan akan gue gag mau gue iri liat itu semuaaa. karena gue pengen bgt dia bisa minta maaf sama guee. sekarang giliran dia yg ngelakuin itu ke gue. tapi itu gag berarti gue udh gagmau minta maaf lg sama dia, walaupun selama ini gue ngemis ngemis kata maaf dr dia, gue masih mau bgd ngelontarin kaata maaf dr mulut gue buat dia. tapiii ya gue gatau sekarang apa gue udh ngerasa gengsi untuk minta maaf sama dia ataaau gue udh kapok kalo gue mnta maaf sm dia, dia selalu gag bisa respond ..
gue bingung guys, sampe kapan kita bener bener bisa saling memaafkan? sampe lebaran monyet kah? :"(

Kamis, 09 Agustus 2012


 5 Cara Mengatasi Kesepian

1. Menyibukkan diri.
Salah satu cara termudah untuk mengurangi kesepian adalah dengan menyibukkan diri.
Merawat orang lain, entah itu dengan mengasuh anak atau keponakan, memelihara binatang, atau mengajar

, akan membuat Anda sibuk sehingga bisa meringankan rasa sepi.
Anda juga bisa menawarkan diri sebagai relawan di lingkungan tempat ibadah, sekolah khusus, rumah singgah, yayasan, dan lain sebagainya.
Jika Anda gemar menulis, kenapa tak mencoba membuat blog ?


2. Terlibat dengan komunitas .
Buat suatu tujuan, karena memiliki tujuan dan perasaan bahwa Anda terlibat dalam suatu komunitas tertentu akan membuat Anda tak sendiri.
Cari tahu aktivitas yang akan melibatkan Anda ke dalam komunitas.
Bacalah suratkabar dan majalah sesering mungkin, untuk mencari konser musik, pameran budaya, dan seminar-seminar yang menarik untuk dihadiri.
Ada banyak cara untuk terlibat dengan komunitas tertentu, yang memungkinkan Anda mendapat teman-teman baru.


3. Bekerja lebih keras sehingga mudah tertidur.
Salah satu indikator paling umum dari rasa kesepian adalah gangguan dalam tidur.
Anda butuh waktu lebih lama untuk tidur, berulang kali terbangun, dan merasa mengantuk sepanjang hari.
Kurang tidur, dengan sebab apapun, bisa menurunkan mood, membuat Anda lebih mudah jatuh sakit, dan menghabiskan energi. Jadi, masalah ini perlu diatasi dengan segera.


4. Kenali apa yang hilang dalam hidup Anda .
Menurut pengalaman White, membuat banyak rencana dengan teman-temannya ternyata tidak mengurangi rasa kesepiannya.
“Yang saya inginkan adalah kehadiran yang tenang dari orang lain,"katanya.
Ia mendambakan memiliki seseorang yang menemaninya beraktivitas di rumah.
Semakin Anda memahami apa yang tidak Anda miliki, semakin besar jalan keluar yang bisa Anda temuka
n.


5. Buat komitmen untuk berinteraksi dengan orang lain .
Emosi yang negatif seperti kesepian, iri hati, dan rasa bersalah, memainkan peran penting dalam mendapatkan kehidupan yang bahagia.
Emosi-emosi tersebut merupakan tanda yang penting bahwa sesuatu harus segera diubah.
Sakitnya rasa sepi seharusnya mendesak Anda untuk segera berhubungan dengan orang lain.
Sayangnya, kesepian itu sendiri bisa membuat kita merasa negatif, kritis, dan menghakimi.
Jika Anda menyadari bahwa rasa kesepian itu memengaruhi Anda dengan cara seperti itu, ambillah langkah-langkah untuk memperbaikinya.

Minggu, 05 Agustus 2012

Sekarang aja kayaknya udah mulai jarang ngeposting nih, apalagi nanti yaaa...
waah bisa vacum ngeblogging dlu nih .. -__-
karena apa? karena ada yang harus gue lebih focusin dibanding my beloved blogger ini hehe
yaitu SEKOLAH.. 

  • fokusin  ke Semester 5 , 6 ini
  • ke UKK alias uji kompetensi praktek 
  • US
  • Ujian praktek
  • UN
  • SNMPTN 
Dan semuanya itu, harus bener bener gue jalanin denga kesungguhan yg bener bener . 
gue mau semua nilai gue itu memuaskaan ... gue gag mau ngecewain diri gue sendiri, ortu, keluarga besar gue, sahabat-sahabat dan semua orang yang sayang sama gue .. dan gue akan bener bener fighting ..
jadi terpaksa mungkin harus vacum blogger dlu :(


Sabtu, 04 Agustus 2012

Tips dan Trik Menghadapi Ujian PTN


Sebuah kata bijak: “Keberuntungan akan didapat dari dua hal, yaitu bertemunya antara kesempatan dan persiapan”. Kesempatan sudah dibuka seluas-luasnya bagi yang berminat nasuk PTN, namun yang tak kalah penting adalah persiapan untuk menghadapi unjian. Jika ada kesempatan, tetapi tidak ada persiapan, ibarat realita tanpa konsep, berjalan seperti orang buta, tidak tahu arahnya. Jadi, siapkanlah dirimu agar kesempatan lolos masuk PTN dapat terbuka lebar.
Berikut ini beberapa langkah yang perlu anda persiapkan dalam menghadapi ujan.
A. Persiapan Mental
Faktor mental merupakan kondisi psikis seseorang saat mengerjakan tes pada waktu akan mengerjakan dan ketika mengerjakan ujian. Masalah mental yang umum dalam menghadapi ujian adalah adanya rasa khawatir. Kekhawatiran menghadapi ujian disebabkan oleh rasa takut yang muncul oleh persepsi diri yang tak jelas penyebabnya. Mengerjakan tes bukan hanya masalah apakah kita menguasai materi atau tidak. Sering kali kita temukan anak yang cerdas, tetapi mendapatkan nilai yang rendah pada hasil ujian. Hal ini mungkin saja terjadi karena pada saat mengerjakan soal ujian menuntut proses mental yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kekhawatiran menghadapi tes memiliki berbagai tingkatan, dari ringan sampai berat. Pernahkah kita mengalami kesulitan menjawab soal ketika mengerjakan ujian, tetapi setelah ujian selesai dan stres mereda, otak kita kembali aktif sehingga jawaban itu menjadi jelas?
Penyebab kekhawatiran menghadapi tes adalah sebagai berikut:
  1. Kurangnya persiapan materi yang merangsang timbulnya perasaan tidak nyaman.
  2. Tidak menguasai sati bidang materi, dan
  3. Takut tidak dapat lulus sehingga menetapkan diri sendiri dengan label gagal.
Untuk mengurangi kekhawatiran menghadapi tes, dapat dilakukan beberapa hal, yaitu:
  1. Hindari belajar hanya sesaat dan waktu yang cepat serta biasakan belajar secara rutin untuk mempersiapkan diri.
  2. Latihan mengerjakan soal (review),
  3. Tidur dan istirahat yang cukup pada malam sebelum pelaksanaan tes,
  4. Makan yang cukup sebelum ujian untuk persiapan energi,
  5. Buatlah persepsi diri akan lulus dan sukses,
  6. Motivasilah diri Anda untuk bisa mengerjakan soal,
  7. Berolahraga,
  8. Relaksasi.
B. Persiapan Fisik
Dalam mengerjakan ujian selain faktor mental, tentunya juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu fisik. Akan berbeda tentunya orang yang mengerjakan ujian dalam keadaan sehat fisiknya atau dalam keadaan sakit. Untuk itu, faktor fisik ini juga harus menjadi perhatian bila kita ingin berhasil dalam ujian. Beberapa persiapan fisik, diantaranya adalah:
  1. Cukup mendapat konsumsi makanan bergizi tinggi, buah-buahan sehingga otak kita dapat bekerja dengan baik untuk mengolah berbagai informasi ketika kita belajar,
  2. Berolahraga, hal ini penting karena dengan berolahraga tubuh kita menjadi sehat dan kuat. Dengan kondisi tubuh yang sehat, tentunya kita akan lebih semangat dalam mengerjakan berbagai aktivitas, seperti belajar, bermain, dan sebagainya. Olahraga juga akan menghasilkan opiate alami untuk mengurangi rasa tegang.
C. Berdo’a
Dengan memanjatkan do’a, menyatakan harapan, keinginan, dan tujuan yang hendak kita capai kepada-Nya seakan memberikan kekuatan kepada kita untuk menggapai harapan, tujuan, sebagaimana do’a yang telah kita panjatnya. Jika kita akan menghadapi ujian, biasakanlah memanjatkan so’a pada Yang Maha Kuasa agar ujian yang akan kita jalan dapat kita lalui dengan sukses. Percayalah, do’a-do’a yang kita bacakan akan memberikan energi positif pada diri kita untuk giat belajar, dan merasa yakin bahwa kita akan sukses dalam menjalani ujian.
D. Persiapan Materi
1. Mengenal Pola dan Bentuk Soal
2. Melakukan Latihan yang Tepat
E. Persiapan Sehari Menjelang Ujian
1. Hindari belajar terlalu keras sehari sebelum ujian dimulai. Lebih baik rileks untuk menghadapi ujian. Persiapan belajar sebaiknya jauh-jauh hari sebelum ujian.
2.  Persiapan perlengkapan yang dibutuhkan untuk ujian, seperti alat tulis, tanda peserta ujian, tanda pengenal, dan pakaian. Persiapkan alat tulis. Pensil 2B (jangan lupa bawa cadangan), penghapus dan rautan sebaiknya dibawa. Jangan lupa membawa papan ujian untuk mengantisipasi jika ruang ujian tidak ada meja yang ada kurang memadai.
3.  Cek lokasi tempat ujian satu hari sebelum ujian dimulai dan pastikan nomor ujian Anda ada di lokasi tersebut.
4.  Kenali dengan baik jalur perjalanan Anda, dan berapa lama perjalanan yang diperlukan dari rumah Anda sampai lokasi ujian. Perhitungkan kemacetan yang mungkin terjadi pada waktu menjelang ujian.
5.  Jangan tidur larut malam dan upayakan cukup tidur pada malam hari sebelum ujian agar tubuh lebih segar ketika ujian.
6.  Makan pagi dan berdo’a serta motivasi diri Anda.

F. Detik-detik saat Ujian Berlangsung
  • Usahakanlah Anda datang lebih pagi di lokasi ujian sebelum jadwal masuk.
  • Tenang dan percaya diri. Ingatlah diri Anda bahwa Anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
  • Dengarkan penjelasan dari pengawas agar tidak melakukan kesalahan.
  • Baca petunjuk soal.
Pada saat awal, jangan terpancing untuk langsung melihat soal dan mengerjakan soal. Anda harus membaca terlebih dahulu petunjuk pengisian soal. Hal ini penting dilakukan agar Anda tidak menyalahi perintah dari soal tersebut. Selain itu, dengan membaca secara teliti, Anda menjadi lebih yakin karena tahu bagaimana akan mengerjakan soal-soal tersebut.Gunakanlah teknik scanning dan scamming
Setelah membaca dengan teliti petunjuk pengisian jawaban, kegiatan yang harus dilakukan adalah membaca soal dengan cepat (scamming). Selain scamming, kita juga melihat soal secara sekilas atau scanning seperti kita membaca soal. Kelompokkanlah soal yang telah dibaca secara cepat tadi pada kelompok soal yang termasuk sangat sulit, sedang dan mudah.
  1. Soal yang tidak tahu sama sekali, tidak ada bayangan bagaimana menjawabnya termasuk kelompok sangat sulit atau beri tanda SS.
  2. Soal yang hanya tahu sedikit dan masih sangat ragu akan kebenaran jawabannya termasuk soal sulit atau beri tanda S.
  3. Soal yang Anda rasa tahu dan bisa menjawabnya, tetapi masih agak ragu apakah benar, termasuk kelompok soal yang sedang atau beri tanda R.
  4. Soal yang dirasa dapat Anda jawab dengan yakin benar maka termasuk dalam kelompok soal yang mudah atau beri tanda M.
Setelah semua soal diberi tanda, baru isi jawaban mulai dari soal yang mudah, sedang, sulit dan terakhir soal yang sangat sulit. Hal ini penting dilakukan karena sering kali peserta tes memulai mengerjakan tes berurutan dari soal nomor 1 sampai nomor terakhir. Tentu saja, peserta tes akan sangat rugi. Pertama, karena soal ujian atau tes biasanya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda antara soal yang satu dengan yang lain. Apalagi, soal-soal tersebut kemudian diacak dan tersebar. Jika peserta tes mengerjakan tes mulai dari nomor 1 maka bisa jadi ia mengerjakan soal-soal dengan kategori yang sulit, bahkan sangat sulit. Hal ini jelas merugikan peserta tes. Karena, peserta tes akan kehabisan waktu sebab mengerjakan soal yang sulit atau sangat sulit terlebih dahulu. Bisa jadi ia menemukan jawabannya, tetapi bisa jadi tidak menemukan jawabannya. Hal ini tentunya akan membuat peserta tes kelelahan secara mental karena ia tidak dapat menjawab soal yang sesungguhnya mudah karena konsentrasinya sudah mulai pecah, soal yang mudah itu pun akan sulit dijawab oleh peserta tes. Jadi, strategi menjawab soal adalah mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Anda ketahui, kemudian soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Anda kerjakan adalah soal paling sulit, yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya, memiliki nilai terkecil.
  • Ketika ujian, jangan menyontek. Jika ketahuan, berisiko tinggi karena ujian dianggap tidak sah.
  • Sisihkan waktumu untuk memeriksa ulang jawaban. Periksa jawabanmu, hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Anda menjawab semua soal ujian. Periksa lagi bahwa Anda telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawaban Anda untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa, dan tanda baca.
  • Sebelum waktu habis, jangan lupa memeriksa identitas Anda di lembar jawaban ujian, seperti nama, nomor peserta, dan kode soal.
  • Selesai ujian, simpan kartu ujian baik-baik. Jangan sampai hilang.
  • Jika diperbolehkan, soal ujian dibawa pulang. Jika mungkin, cek jawaban Anda dengan kunci jawaban di koran-koran dan bila perlu membahasnya dengan tentor atau teman-teman Anda. Tetapi, bahaslah setelah selesai ujian hari kedua. Karena jika membahas hari pertama dan hasilnya kurang memuaskan, kemungkinan akan hilang semangat untuk ujian di hari kedua.
  • Analisis hasil ujian Anda. Setiap ujian dapat membantu Anda dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai dengan Anda. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah